Gempa Bumi Online

http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Geofisika/Gempabumi_Terkini.bmkg

Jumat, 25 Februari 2011

Bung Karno dan Prof.Kadirun Yahya

Suatu hari, pada sekitar bulan Juli 1965, Bung Karno berdialog dengan Kadirun Yahya, anggota dewan kurator seksi ilmiah Universitas Sumatra Utara (USU).

Bung Karno (BK): Saya bertanya-tanya pada semua ulama dan para intelektualnya yang saya anggap tahu, tapi semua jawaban tidak ada yang memuaskan saya, en jij bent ulama, tegelijk intellectueel van de exacta en metaphysica-man.

Kadirun Yahya (KY): Apa soalnya Bapak Presiden?

BK: Saya bertanya lebih dahulu tentang hal lain, sebelum saya memajukan pertanyaan yang sebenarnya. Manakah yang lebih tinggi, presidentschap atau generaalschap atau professorschap dibandingkan dengan surga-schap?

KY: Surga-schap. Untuk menjadi presiden, atau profesor harus berpuluh-puluh tahun berkorban dan mengabdi pada nusa dan bangsa, atau ilmu pengetahuan, sedangkan untuk mendapatkan surga harus berkorban untuk Allah segala-galanya berpuluh-puluh tahun, bahkan menurut Hindu atau Budha harus beribu-ribu kali hidup baru dapat masuk nirwana.

BK: Accord, Nu heb ik je te pakken Proffesor (sekarang baru dapat kutangkap Engkau, Profesor.) Sebelum saya ajukan pertanyaan pokok, saya cerita sedikit: Saya telah banyak melihat teman-teman saya matinya jelek karena banyak dosanya, saya pun banyak dosanya dan saya takut mati jelek. Maka saya selidiki Quran dan hadist. Bagaimana caranya supaya dengan mudah menghapus dosa saya dan dapat ampunan dan mati senyum; dan saya ketemu satu hadist yang bagi saya sangat berharga.

Bunyinya kira-kira begini: Seorang wanita pelacur penuh dosa berjalan di padang pasir, bertemu dengan seekor anjing yang kehausan. Wanita tadi mengambil segayung air dan memberi anjing yang kehausan itu minum. Rasulullah lewat dan berkata, “Hai para sahabatku, lihatlah, dengan memberi minum anjing itu, terhapus dosa wanita itu di dunia dan akhirat dan ia ahli surga!!! Profesor, tadi engkau katakan bahwa untuk mendapatkan surga harus berkorban segala-galanya, berpuluh tahun itu pun barangkali. Sekarang seorang wanita yang banyak berdosa hanya dengan sedikit saja jasa, itu pun pada seekor anjing, dihapuskan Tuhan dosanya dan ia ahli surga. How do you explain it Professor? Waar zit‘t geheim?

Kadirun Yahya hening sejenak lalu berdiri meminta kertas.

KY: Presiden, U zei, dat U in 10 jaren’t antwoor neit hebt kunnen vinden, laten we zein (Presiden, tadi Bapak katakan dalam 10 tahun tak ketemu jawabannya, mari kita lihat), mudah-mudahan dengan bantuan Allah dalam dua menit, saya dapat memberikan jawaban yang memuaskan.

Bung karno adalah seorang insinyur dan Kadirun Yahya adalah ahli kimia/fisika, jadi bahasa mereka sama: eksakta.

KY menulis dikertas:10/10 = 1.

BK menjawab: Ya.

KY: 10/100 = 1/10.

BK: Ya.

KY: 10/1000 = 1/100.

BK: Ya.

KY: 10/bilangan tak berhingga = 0.

BK: Ya.

KY: 1000000/ bilangan tak berhingga = 0.

BK: Ya.

KY: Berapa saja ditambah apa saja dibagi sesuatu tak berhingga samadengan 0.

BK: Ya.

KY: Dosa dibagi sesuatu tak berhingga samadengan 0.

BK: Ya.

KY: Nah…, 1 x bilangan tak berhingga = bilangan tak berhingga. 1/2 x bilangan tak berhingga = bilangan tak berhingga. 1 zarah x bilangan tak berhingga = tak berhingga. Perlu diingat bahwa Allah adalah Mahatakberhingga. Sehingga, sang wanita walaupun hanya 1 zarah jasanya, bahkan terhadap seekor anjing sekali pun, mengkaitkan, menggandengkan gerakkannya dengan Yang Mahaakbar, mengikutsertakan Yang Mahabesar dalam gerakkannya, maka hasil dari gerakkannya itu menghasikan ibadat paling besar, yang langsung dihadapkan pada dosanya yang banyak, maka pada saat itu pula dosanya hancur berkeping keping. Hal ini dijelaskan sebagai berikut: (1 zarah x tak berhingga)/dosa = tak berhingga.

BK diam sejenak lalu bertanya: Bagaimana ia dapat hubungan dengan Sang Tuhan?

KY: Dengan mendapatkan frekuensinya. Tanpa mendapatkan frekuensinya tidak mungkin ada kontak dengan Tuhan. Lihat saja, walaupun 1mm jaraknya dari sebuah zender radio, kita letakkan radio kita dengan frekuensi yang tidak sama, radio kita tidak akan mengeluarkan suara dari zender tersebut. Begitu juga, walaupun Tuhan dikabarkan berada lebih dekat dari kedua urat leher kita, tidak mungkin kontak jika frekuensinya tidak sama.

BK berdiri dan berucap: Professor, you are marvelous, you are wonderful, enourmous. Kemudian aia merangkul KY dan berkata: Profesor, doakan saya supaya saya dapat mati dengan senyum di belakang hari.

Beberapa tahun kemudian, Bung karno meninggal dunia. Resensi-resensi harian-harian dan majalah-majalah ibukota yang mengkover kepergian beliau, selalu memberitakan bahwa beliau dalam keadaan senyum ketika menutup mata untuk selama-lamanya.


Minggu, 17 Oktober 2010

Ruang dan Waktu


Sebuah kisah menarik yang sering luput dari perhatian kita, Kita coba hantarkan. Melanjutkan kajian sebelumnya, memasuki pengetahuan, pengertian dan pemahaman mengenai sang WAKTU , dimana dahulu telah diulas mengenai Mi'raj Nabi SAW.

"Berkata Sulaiman : "Hai pembesar-pembesar, siapakah diantara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya (ratu bilqis) kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang yang berserah diri. "Berkata ifrit (yang cerdik) dari golongan jin :"Aku akan datang kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu ; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya. Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari kitab : "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip. "Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana tersebut itu terletak di hadapannya, Ia-pun berkata :" Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba apakah aku bersyukur atau mengingkari nikmatNya. Dan barangsiapa bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Mulia."
(QS di surat Al-Naml, 38 s/d 40 ).

Kisah ini sering diceritakan para orang tua kita dahulu, untuk menidurkan kita saat kecil dahulu. Pertanyaannya ; Bagaimana seorang ahli kitab mampu memindahkan singgasana Ratu Bilqis hanya dalam setengah kedipan mata saja.?. Mungkinkah klenik..?. Mana mungkin bahkan Jin yang paling sakti pun tidak mampu melakukan itu. Ilmu apa yang dipelajari dari Al-Kitab tersebut, kitab apakah itu..?. Sehingga orang tersebut memiliki kemampuan luar biasa..?. Apakah kita orang Islam jaman sekarang ini, dapat mempelajari dan memiliki kemampuan yang sama ?. Bukankah Al qur’an senantiasa up to date, apa yang diceritakan adalah suatu kebenaran adanya, dan dapat dibuktikan kebenarannya..?. Maka bukanlah suatu hal yang tidak mungkin, jika umat Islam di jaman ini ada yang sanggup melakukan hal yang sama..?. Bagaimana menjelaskannya..?. Marilah kita coba membuka cakrawala diri kita.

Hablum Minallah dan Hablum Minannas



Sering kali dalam kehidupan sehari kita mendengar kata tersebut; Hablum Minallah dan Hablum Minannas. Dan banyak pula yang mengatakan, hubungan kita (manusia) dengan Allah itu mudah, bahkan ada yang mengatakan sangat mudah. Namun hubungan kita dengan manusia tidaklah demikian (mudah) melainkan sulit. ketika kita melukai seorang manusia tanpa kesengajaan, apa lagi dengan sengaja, Allah takkan mengampuni kita sebelum orang yang kita lukai memaafkan kita. Banyak atau malah mungkin mayoritas dari manusia menyangka, mengira, mempercayai dan meyakini bahwa Hablum Minallah dan Hablum Minannas sesuatu yang terpisah. sesuatu yang tidak terkait antara dasar (hakikat) berhubungan dengan Allah dan sikap/akhlaq (pedoman) berhubungan dengan manusia.

Sebelum kita membahasnya, mari kita cermati ayatnya secara runut bahasa;

[3:112] Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan (kemudian) tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.

Kalau kita cermati ayat diatas tentu kita akan paham, bahwa kemuliaan didunia akan mudah diperoleh jika tali  (hubungan) dengan Allah dan kemudian tali (interaksi) dengan manusia yang kita lakukan adalah baik.

Sabtu, 03 Juli 2010

Alasan utama mengapa Adam dipilih menjadi khalifah di Bumi



Mengapa Adam yang terpilih?

Jikalau kita semua memperhatikan dengan seksama proses dialog antara ALLOH SWT dengan para malaikat ketika adam diciptakan, para malaikat bertanya kepada ALLOH;

kenapa ENGKAU ciptakan dia, yang kelak hanya akan menumpahkan darah (membuat kerusakan / bencana) di muka bumi? padahal kami sentiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?. (2:30)

ALLOH SWT menjawab; sesungguhnya AKU mengetahui apa yang tidak kalian ketahui (2:30). Kemudian ALLOH memerintahkan semua makhluk ciptaaanNYA yang bernyawa untuk menyebutkan nama nama benda seluruhnya yang ada (sudah tercipta) ketika itu. Sebutkanlah (nama nama benda) yang kalian tahu padaKU jika kalian memang golongan yang benar (2:31). Tak satupun dari makhluk makhluk itu (termasuk Malaikat) yang bisa menyebutkan nama nama benda itu. Bahkan satu nama benda pun tak ada yang bisa menyebutnya (termasuk juga golongan malaikat). Para Malaikat menjawab; Maha suci Engkau (Ya Allah)! Kami tidak mempunyai pengetahuan selain dari apa yang Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkau jualah Yang Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana. (2:32).

Kemudian ALLOH memerintahkan kepada adam untuk menyebutnya (menerangkan); Wahai Adam! Terangkanlah nama benda-benda ini semua kepada mereka (2:33). Adam menyebut semua nama benda yang ada dengan benar. (2:33).

Kemudian ALLOH SWT berfirman lagi;

Bukankah Aku telah katakan kepada kamu, bahwasannya Aku mengetahui segala rahasia langit dan bumi dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan?.(2:33). Setelah Adam bisa menerangkan semua nama benda dengan benar, ALLOH lalu berfirman; Tunduklah / sujudlah (beri hormat) kepada Adam. Lalu mereka sekaliannya tunduk semua memberi hormat kepada Adam kecuali iblis.(2:33)

Senin, 05 April 2010

Penjelasan Mi'raj Nabi SAW



Bagaimana perjalanan Mi'raj Nabi SAW.

Dari peristiwa Mi’raj yang dialami oleh Rasulullah Muhammad Saw Al-Amin, banyak hal yang bisa kita ambil sebagai pelajaran, baik yang ada hubungannya dengan masalah ritual seperti shalat lima waktu, peristiwa yang diperlihatkan kepada Nabi Muhammad maupun yang ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan seperti ilmu falak /Astonomi/, ilmu kedokteran dan sebagainya.

Menurut riwayat, sebelum Nabi berangkat untuk penerbangan jarak jauhnya dalam peristiwa Mi’raj itu, lebih dahulu Nabi dibedah dadanya untuk dibersihkan jantungnya oleh malaikat Jibril, maksud dibersihkan itu sendiri, secara ilmiah sebagai suatu persiapan kondisi jasmani (phisik)nya agar cukup dan mampu dalam menempuh penerbangan jarak jauh. Sebab jantung merupakan alat vital bagi manusia terutama dalam memacu peredaran darah yang mana jantung ini bekerja tanpa henti-hentinya sejak dari kandungan sampai dengan akhir hayatnya.Sepasang dokter Amerika yang terdiri dari suami istri, Dr. William Fisher & Dr. Anna Fisher mengatakan bahwa perkembangan ilmu kedokteran antariksa tengah memfokuskan penyelidikannya sehubungan dengan pembuluh darah jantung para astronot dan kondisi-kondisi tulang yang makin lemah setelah lama dalam ruang angkasa, ini membuktikan kebenaran dari peristiwa ‘Pembedahan Dada’ Nabi Muhammad Saw oleh dokter-dokter ahli langit yang ditunjuk oleh Allah Swt, yaitu para malaikat yang diketuai oleh Jibril as.

Dalam peristiwa pembedahan dan pembersihan jantung Nabi sebelum Mi’raj kiranya merupakan gambaran adanya pengertian bagi manusia umumnya untuk mempelajari ilmu kedokteran khusunya dalam bidang bedah dan anatomi serta ilmu kedokteran antariksa. Dan ternyata kemudian bedah jantung /pencangkokan jantung/ dan ilmu kedokteran antariksa oleh para ahli mulai diperkenalkan pada abad dua puluh. Bagi umat Islam, nampaknya bukanlah hal yang baru jika saja mereka mau menghayati dan mempelajari apa-apa yang telah terjadi dan dialami oleh Rasul yang mereka cintai, Muhammad Saw.

Minggu, 21 Maret 2010

Memaknai kembali Arti Jihad (seri khutbah jumat)


إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِه اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ 
فَوْزًا عَظِيْمًا


     Pertama tama marilah kita selalu panjatkan rasa Syukur kita kehadirat Alloh SWT, yang hingga saat ini kita bukan sekedar masih, melainkan selalu diberi kesempatan, kemudahan untuk hadir di Masjid ini dalam rangka melaksanakan Ibadah Sholat Jumat bersama. Dimana kalau kita ketahui, begitu banyak rekan rekan kita diluar sana , yang sangat menginginkan sholat jumat bersama kita, namun karena berbagai hal, mereka hanya sekedar bisa berkeinginan. 
Demikian sebaliknya, banyak rekan rekan yang begitu jauh berdomisili dari masjid ini, namun tetap bisa hadir kemasjid ini dalam rangka untuk taat kepada perintah Allah swt. Meski juga banyak saudara2 kita yang mempunyai kesempatan untuk datang di masjid ini, namun belum bisa hadir di masjid ini. Jamaah Jumat Rahimakumullah Pada kesempatan kali ini, khatib al Faqir hendak menyampaikan, mengajak khususnya kepada diri pribadi untuk selalu teguh dalam pendirian, dalam aqidah, sesuai perintah Alloh SWT

 تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتُجَـٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمۡوَٲلِكُمۡ وَأَنفُسِكُمۡ‌ۚ ذَٲلِكُمۡ خَيۡرٌ۬ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ 
…..(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya” (QS. 61:11) 

  Mencermati maksud perintah ALLAH SWT pada ayat tersebut, tentu kita akan mengerti, bahwa jihad yang pertama disebut diatas adalah dengan harta kemudian baru dengan jiwa. Harta (uang, barang barang berharga, tanah, dll) disebut dahulu oleh ALLAH SWT kemudian jiwa yang menyertainya. didalam jiwa, ada dua elemen utama yaitu Akal dan Hati. akal manusia pun ada dua elemen pula yang menyertainya yaitu pikiran (otak belahan kiri) dan perasaan (otak belahan kanan). 

  Untuk memperoleh harta / kekayaan yang kita nafkahkan dijalan ALLAH itu memerlukan Jiwa yang menyertainya. Jiwa, yang terdiri akal dan hati (iman), manusia diwajibkan berJIHAD untuk mencapai rahmat dan barokhahNYA didunia dan akherat dengan menggunakan jiwa sesuai petunjukNYA (dalam syariah Islamiyah). lepasnya jiwa dari raga untuk berJIHAD adalah jalan terakhir jika segala upaya perjuangan perbaikan kehidupan secara luas (ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan dll) sudah tiada jalan lagi, sehingga berperang menjadi satu satunya jalan terakhir yang terbaik karena kemungkaran sudah tiada bisa dihentikan dengan jalan apapun. Tidak dipungkiri, kata jihad memiliki pengaruh yang amat luas, dan masih memiliki greget yang mendalam di kalangan kaum Muslim. Gaung jihad akan segera menghentakkan kaum Muslim, yang sehari-harinya biasa-biasa saja. Seketika kita berubah wujud menjadi luar biasa. Jamaah Jumat Rahimakumullah Jihad berasal dari kata jâhada, yujâhidu, jihâd. Artinya adalah saling mencurahkan usaha . arti kata jihad –menurut bahasa-, yaitu mencurahkan segenap tenaga untuk memperoleh maksud tertentu . dalam Alquran disampaikan: 

Selasa, 14 April 2009

Halus dan Tingginya Maha Karya Sastra Al-quran


Sebelum di Bumi, Dimanakah sebenarnya Anda tinggal?
Adam tinggal di Surga?
Makan buah khuldi?
DiSurga ada pohon terlarang?



AlQuran tiada mungkin mengungkapkan kata kata yang kasar dan kotor walaupun Al-Quran adalah Kitab yang paling jujur dan terbuka, namun dengan bahasa yang sangat halus , indah dan tinggi.

Alqur'an juga banyak sekali bercerita masalah penciptaan manusia yang pertama oleh Allah Swt, yaitu Adam hingga Kronologi turunnya Adam bersama sang istri, Siti Hawa, untuk menjadi khalifah dibumi.

Dalam banyak ayat, Alqur'an mengatakan Bahwa tempat mula-mula Adam dan Hawa adalah disuatu tempat Ternama "Jannah", Yang oleh kebanyakan ahli tafsir diterjemahkan Sebagai "surga", Sebagaimana surga yang dijanjikan untuk orang-orang yang beriman pada hari Kemudian.

Tetapi ... benarkah demikian adanya? Tidakkah akan dijumpai Beberapa kejanggalan dan Menimbulkan masalah yang irrasional dan bertentangan dengan akal Pikiran manusia, begitu memasuki Alqur'an Pemahaman lebih jauh lagi?

Bukankah Allah sendiri mengatakan Bahwa Alqur'an itu adalah kitab Petunjuk bagi orang yang bertakwa dan Suatu kitab yang isinya mudah dipahami? ]

"Kitab ini tidak ada keraguan padanya; Petunjuk bagi mereka yang bertaqwa."
(QS. 2:2)
"Sesungguhnya Kami menjadikan Alqur'an dalam bahasa Arab supaya kamu Memahami (nya)."
(QS. 43:3)

Dan memang, pilihan Allah terhadap bahasa Arab Sebagai bahasa Al-Qur'an agar mudah dipahami rasanya sangat tepat sekali, karena bahasa Arab adalah bahasa yang kaya akan makna dan gaya bahasa serta memiliki seni keindahan tersendiri, baik dari tata bahasanya, cara pelafazannya dan lain sebagainya. Apalagi memang Rasul Muhammad Saw sendiri diutus dari kalangan bangsa Arab, yang secara otomatis bahasa Arab menjadi bahasa ibunya.

Posisi Pengunjung

IP

Pengunjung Online

Artikel Menurut Anda?